Perunggu Untuk Basket Puteri Sumbar
Porwil merupakan perhelatan antar daerah untuk wilayah sumatera, yang dilaksanakan sebagai salah satu prakualifikasi menuju PON. Bolabasket merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porwil IX (11 – 21 November 2015). Salah satu dosen Jurusan Kesehatan dan Rekreasi yaitu Fahd Mukhtarsyaf, S.Pd., M.Pd. berkesempatan ikut berpartisipasi sebagai asisten pelatih (Audy Pahala, S.E.) dalam Porwil yang diadakan di Bangka Belitung, dalam tim bola basket puteri. Sebelum berangkat ke Bangka Belitung, Tim Bola basket Puteri berangkat ke Kota Pahlawan (Surabaya) Provinsi Jawa Timur. Surabaya di pilih sebagai tempat try out, karena merupakan salah satu daerah yang memiliki salah satu klub bolabasket wanita (Surabaya Fever) yang menjuarai Liga Bola basket Se-Indonesia (WNBL), selain itu memiliki tim basket kampus wanita yang mempunyai prestasi yang baik dalam liga antar mahasiswa Se-Indonesia (UNAIR dan UBAYA). Dari Surabaya langsung bertolak ke Bangka Belitung menghadapi Porwil, dimana tim Sumbar tergabung dalam grup A bersama tim tuan rumah Bangka Belitung, juara bertahan Porwil sebelumnya (Sumsel) dan Riau. Dimulai dengan mengalahkan tim dari Palembang, kemenangan berlanjut ke pertandingan selanjutnya dengan hasil yang sempurna, sehingga tim bola basket puteri Sumbar menjadi Juara Grup, lolos bersama dengan Sumsel sebagai runner-up grup. Pada semifinal, tim Sumbar ditantang oleh Jambi (runner-up grup B), tampil sempurna semenjak penyisihan grup sampai quarter 2 melawan Jambi, performance para punggawa puteri menurun dari quarter 3, hingga akhirnya perolehan skor tim Sumbar dapat dilewati dan Jambi dapat mempertahankan hingga pertandingan berakhir. Dengan hasil tersebut, harapan untuk berlaga di PON Bandung, tidak dapat tercapai. Hasil tersebut merupakan kekecewaan semua pemain, pelatih, supporter dan manager, karena optimis tim ini akan melaju ke final. Berbekal kekalahan di semifinal, menjadi cambukan untuk tetap focus dan optimis merebut posisi ketiga dalam meraih medali perunggu. Bertemu kembali dengan Sumsel (kalah dengan Sumut), tim puteri Sumbar akhirnya berhasil meraih medali perunggu. Bermain ngotot dan dengan determinasi yang tinggi, para pemain akhirnya dapat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan yang meyakinkan, sehingga berhak untuk membawa pulang medali perunggu. Pada Porwil IX kali ini, merupakan suatu peningkatan hasil dari Porwil VIII, dimana tim puteri hanya dapat berada di posisi ke-4, setelah di semifinal kalah dengn tim Sumsel (juara) dan pada perebutan peringkat 3, kalah dari Jambi






Leave a Reply